TAKE out TRASH: Kumpulan Sampah untuk Sebuah Hadiah


Bringing EVOLUTION

Black and Turquoise Circle Fitness Logo

Masalah sampah yang terjadi di Indonesia hingga saat ini belum dapat dipecahkan. Tahun ke tahun dengan penduduk yang kian menambah membuat masalah ini semakin tak terselesaikan, terutama sampah plastik yang ada dimana-mana. Saat ini di dunia sedang dilanda krisis sampah khusus nya Indonesia, Menurut Riset Greeneration, organisasi non pemerintah yang 10 tahun mengikuti isu sampah, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun. Di alam, kantong plastik yang tak terurai menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem.Hasil riset Jenna R Jambeck dan kawan kawan menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik terbanyak ke laut di susul Tiongkok. Inilah mengapa tak heran seringkali terjadi banjir berulang kali, seolah masalah ini tak akan bisa dipecahkan. Meski beberapa program telah dijalankan oleh pemerintah, masalah ini tidak akan ada progresnya tanpa peran masyarakat itu sendiri.

Adanya lingkungan kotor akibat sampah yang masih di luar kendali semakin membuat prihatin, terutama akan kesadaran masyarakatnya itu sendiri yang kurang. Sampah merupakan persoalan serius yang dihadapi wilayah Bandung Raya. Hasil perhitungan berdasarkan data yang dihimpun Mongabay Indonesia, menunjukkan produksi sampah dari Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung mencapai 3.950 ton/hari. Sementara yang bisa diangkut, hanya 2.750 ton/hari.

Kami pun sadar akan kurangnya kesadaran ini. Kerap kali kita menyaksikan sampah-sampah yang berserakan di pinggir jalan padahal tempat sampah tersedia tak jauh dari lokasi. Apakah memang sesulit itu untuk membuangnya ke satu tempat yang telah disediakan? Apakah begitu sulitnya untuk berjalan sedikit demi mendekati sebuah tempat sampah padahal kedua kaki saja masih lengkap? Tidakkah kita punya malu terhadap turis yang melihat betapa kotornya lingkungan kita? Inilah salah satu faktor mengapa kita tertinggal jauh dengan negara lain; sebagai negara yang tak berusaha untuk maju dari hal yang paling kecil.

Seperti yang sebelumnya telah kami sebutkan, sebelum ide ini kami ciptakan, ada beberapa dari solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan. Seperti beberapa contohnya adalah landfill, open dumping, atau truk keliling, atau komunitas non-profit, tetapi yang efektif menyelesaikan masalah secara keseluruhan masih belum ada. Kami sadar bahwa lingkungan kotor akibat sampah tidak mudah untuk diatasi. Namun, jika seluruh masyarakat turun dan semangat untuk mengatasinya, keadaan lingkungan yang kotor akibat sampah dapat sedikit demi sedikit teratasi hingga Indonesia, khususnya Bandung bisa menyaingi lingkungan bersih di luar negeri.

Kebanyakan orang cenderung baru akan melakukan sesuatu demi sebuah hadiah dalam beberapa hal. Seperti contohnya seorang anak kecil yang membuat perjanjian dengan orangtuanya untuk diberikan hadiah jika mendapat nilai bagus. Kami berpikir bahwa mungkin dengan adanya penawaran bagus, orang-orang akan lebih giat dalam membuang sampah pada tempatnya. Lantas kami berencana untuk membuat sebuah ide baru, yakni menciptakan aplikasi yang kami beri nama Take Out Trash.

Take Out Trash pada awalnya terinspirasi dari sebuah aplikasi yang telah ada sebelumnya, yaitu Linipoin dan Gojek. Cara kerjanya mudah dan dengan menu yang dibuat simple untuk mempermudah pengguna. Pertama, pengguna diminta masuk melewati e-mail atau cukup dihubungkan ke Facebook atau Google Account. Kemudian setelah berhasil masuk, pengguna akan langsung dialihkan ke menu utama dari Take Out Trash. Pengerjaan aplikasi ini adalah dengan menyetor kantung sampah yang berisi sampah dengan kategorinya masing-masing. Lalu, pengguna hanya perlu menginput data yang muncul pada layar. Setelah selesai, sampah akan dijemput dan diproses hingga selesai. Pada akhir proses, para pengguna akan mendapat poin yang bisa digunakan untuk ditukarkan dengan hadiah yang tersedia di aplikasi. Adapun beberapa langkah agar kami dapat menciptakan layanan ini yaitu yang paling utama adalah menjaga kualitas aplikasi agar menghindari kemungkinan user dirugikan oleh kesalahan teknis.

Oleh karena itu, demi mewujudkan aplikasi ini kami sangat membutuhkan peran masyarakat seperti dari pihak pemerintah  untuk memberikan akses ke badan yang mengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia, pihak komunitas atau perkumpulan ojek sebagai laksana awal yang mengambil kiriman sampah dari user, dan pihak sekolah dasar, menengah, atas, maupun tinggi sebagai media langsung pengenalan aplikasi dan menjadi user pertama dari Take Out Trash.

Dengan demikian diharapkan setelah adanya Take Out Trash, masyarakat bisa lebih bersemangat mengumpulkan sampah dan tidak membuang sampah sembarangan. Agar mereka bisa merasakan keuntungan secara langsung dari kegiatan mengambil atau memungut sampah. Untuk mencapai lingkungan bersih tanpa sampah.